Manfaat Journaling untuk Mental Health: Kenapa Semua Orang Harus Coba?
Sering ga kamu stress yang membuat emosi tidak terkontrol? Kehidupan yang penuh tuntutan, dan sosial media yang menjadi tempat untuk flexing menjadi akar kita sering dilanda rasa gelisah dan merasa tidak cukup. Terkadang kita tidak menemukan solusi untuk permasalahan tersebut sehingga kita melampiaskan energi tersebut kepada orang orang di sekeliling kita. Kita kewalahan, merasa capek walau tidak melakukan banyak aktivitas, tidak percaya diri. Perasaan yang berlebih tersebut jika tidak cepat ditangani akan menjadi permasalahan lebih serius di kemudian harinya. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat mengontrol emosi tersebut?
Salah satu cara paling sederhana namun sangat efektif adalah journaling. Kegiatan menulis secara abstrak apa yang ada dikepala kita, apa yang kita rasakan, pengalaman kita, dan hal random lainya. Journaling merupakan kegiatan yang sudah ada beribu ribu tahun lamanya dalam berbagai bentuk. Dalam Islam, teknik journaling ini juga dikenal sebagai praktik refleksi diri yang dilakukan dengan cara menulis, terutama melalui Al-qur’an dan muhasabah (evaluasi diri). Arti tersebut juga diterapkan dalam journaling secara konvensional dan digunakan oleh para psikolog untuk terapi pasien agar dapat lebih dalam mengenal diri mereka sendiri. Menulis membuat kita dapat meluapkan emosi yang ada dalam tubuh.
Mengapa Journaling Bisa Membantu Mental Health?
Mengurangi Overthinking
Saat kita sedang menulis jurnal, perlahan lahan otak kita melepaskan sampah sampah yang menumpuk di otak kita. Seperti apa yang kita rasa, atau emosi yang kita pendam semuanya kita luapkan dalam jurnal. Setelah melakukanya, ruang kepala jadi lebih lega dan beban pikiran menjadi lebih ringan.
Mengenali Pola Emosi
Saat mood kita sedang naik turun, seringkali kita tidak tahu penyebabnya. Efeknya kita bisa jadi menyebarkan energi negatif di orang orang sekeliling kita. Energi negatif tersebut dapat menimbulkan suasana yang kurang enak, hati yang tidak tenang, dan membuat kita jadi sering marah-marah. Dengan menulis journaling kita bisa melihat pola emosi, seperti pemicu stress, hal yang tidak kita sukai, atau kegiatan yang kita lakukan terlalu berat sehingga memicu stress. Dari menulis kita tahu apa saja sebab dan akibatnya membuat kita lebih dapat mengontrol diri.
Meningkatkan Rasa Syukur dan Self Worth
Lewat halaman gratitude list, kita diingatkan bahwa hidup tak selalu seburuk yang terlihat. Kemenangan kecil, perhatian dari teman, atau secangkir kopi hangat bisa membuat kita merasa cukup dan lebih menghargai diri sendiri.
Memberi Ruang Aman untuk Menjadi Diri Sendiri
Beberapa hal mungkin bisa kita ceritakan ke publik. Namun ingat, kita juga harus memilah informasi hal yang menjadi privasi diri kita sendiri. Dan tidak semua hal bisa diceritakan ke orang lain. Dalam jurnal, kita memiliki kebebasan untuk mengekspresikan hal apa saja tanpa takut dihakimi. Journaling menjadi tempat ternyaman dan terjujur untuk diri kita sendiri.
Jika kamu saat ini sedang mengalami masa - masa berat penuh rintangan. Cobalah memulai diri untuk menulis journal. Karena sesungguhnya kita tidak dapat mengontrol hal yang terjadi diluar kendali kita. Tapi kita bisa mengendalikan bagaimana kita mengelola dan merespon hal tersebut. Salah satunya melalui teknik menulis journal.