Kesehatan

Mengenal Diet OMAD: Benarkah Makan Sekali Sehari Baik untuk Tubuh?

H Hasna Shavilla Oktaviyanti Terverifikasi Penulis
3 Februari 2026, 00:54 4 menit baca 671x dilihat
Mengenal Diet OMAD: Benarkah Makan Sekali Sehari Baik untuk Tubuh?
Winnicode Officials

Apa Itu Diet OMAD?

Diet OMAD merupakan singkatan dari one meal a day, yaitu pola makan yang membatasi asupan makanan hanya satu kali dalam waktu 24 jam. Dalam praktiknya, seseorang berpuasa selama sekitar 22 hingga 23 jam, lalu memiliki waktu makan sekitar satu hingga dua jam. Pola ini termasuk dalam kategori intermittent fasting yang kini semakin populer karena dianggap efektif menurunkan berat badan.

Berbeda dengan pola makan biasa, diet OMAD menuntut disiplin tinggi dalam mengatur waktu dan jenis makanan. Meski hanya makan sekali sehari, pelaku diet tetap dianjurkan memenuhi kebutuhan gizi seimbang agar tubuh tetap berfungsi dengan optimal.

Prinsip Dasar dan Aturan Diet OMAD

Pada diet OMAD, waktu makan dapat dipilih sesuai kebutuhan, namun umumnya dilakukan pada sore atau malam hari. Saat waktu makan tiba, seseorang diperbolehkan mengonsumsi berbagai jenis makanan, asalkan tetap memperhatikan nilai gizi.

Menu yang dianjurkan meliputi sayur, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, susu, serta sumber protein dan lemak sehat seperti ikan, telur, dan daging rendah lemak. Sebaliknya, makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan kalori berlebih seperti makanan cepat saji, kue manis, serta camilan kemasan sebaiknya dibatasi.

Selama masa puasa, pelaku diet masih diperbolehkan mengonsumsi minuman tanpa kalori, seperti air putih, teh tawar, atau kopi tanpa gula. Bagi pemula, disarankan memulai dari puasa 12 hingga 14 jam terlebih dahulu sebelum beralih ke pola OMAD penuh.

Manfaat Diet OMAD bagi Kesehatan

Salah satu alasan utama banyak orang memilih diet OMAD adalah untuk menurunkan berat badan. Puasa dalam waktu panjang dapat menciptakan defisit kalori sehingga tubuh membakar cadangan lemak sebagai sumber energi.

Selain itu, diet OMAD juga diyakini dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Dengan membatasi waktu makan, tubuh menjadi lebih efisien dalam mengelola kadar gula darah. Kondisi ini berpotensi membantu mencegah risiko diabetes, terutama pada individu dengan prediabetes.

Manfaat lain yang sering dikaitkan dengan diet OMAD adalah membantu mengontrol kadar kolesterol dan tekanan darah. Jika dijalani dengan pola makan sehat, diet ini dapat mendukung metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan jantung.

Risiko dan Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Di balik manfaatnya, diet OMAD juga memiliki sejumlah risiko yang tidak boleh diabaikan. Salah satu keluhan yang sering muncul adalah kurangnya energi. Puasa berkepanjangan dapat membuat tubuh terasa lemas, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat.

Selain itu, penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu. Gangguan lambung juga kerap terjadi akibat perut kosong dalam waktu lama, terutama pada penderita maag atau GERD.

Risiko lainnya adalah kekurangan gizi. Jika tidak cermat dalam memilih makanan, tubuh dapat kekurangan vitamin, mineral, dan zat besi. Tidak makan dalam waktu lama juga dapat menyebabkan gula darah menurun drastis, khususnya pada penderita diabetes yang menggunakan obat tertentu.

Tips Menjalani Diet OMAD dengan Aman

Agar diet OMAD dapat dijalani dengan lebih aman, penting untuk memperhatikan kondisi tubuh. Pastikan menu makanan mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serta serat dalam jumlah seimbang. Hindari mengonsumsi makanan berlebihan saat waktu makan tiba.

Selain itu, perbanyak minum air putih selama puasa untuk mencegah dehidrasi. Dengarkan sinyal tubuh, dan hentikan diet jika muncul keluhan serius seperti pusing berkepanjangan, mual, atau penurunan berat badan ekstrem.

Bagi pemula, memulai dari pola puasa yang lebih ringan dapat membantu tubuh beradaptasi. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga sangat dianjurkan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Siapa yang Sebaiknya Menghindari Diet OMAD?

Diet OMAD tidak cocok untuk semua orang. Ibu hamil dan menyusui, anak-anak, remaja, lansia, serta individu dengan gangguan makan sebaiknya tidak menjalani pola ini. Penderita diabetes, penyakit lambung, dan gangguan jantung juga perlu berhati-hati.

Jika memiliki kondisi medis khusus, konsultasi medis menjadi langkah penting sebelum mencoba diet ini. Keamanan dan kesehatan jangka panjang harus tetap menjadi prioritas utama.

Menimbang Manfaat dan Risiko Diet OMAD

Diet OMAD dapat memberikan manfaat bagi sebagian orang, terutama dalam hal pengendalian berat badan dan metabolisme. Namun, pola makan ini juga tergolong ekstrem dan memiliki potensi efek samping yang serius jika tidak dijalani dengan tepat.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menerapkan diet OMAD, penting untuk memahami kebutuhan tubuh sendiri. Pola makan sehat yang seimbang dan berkelanjutan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.