Intertaiment

Fenomena Gen Z: Antara Ambisi, Kesehatan Mental, dan Pencarian Makna Hidup.

R Rizka Aurellia Ramadhani Terverifikasi Penulis
22 Juni 2026, 22:17 3 menit baca 376x dilihat
Fenomena Gen Z: Antara Ambisi, Kesehatan Mental, dan Pencarian Makna Hidup.
Winnicode Officials

 

Generasi Z (Gen Z), yang umumnya lahir antara tahun 1997 hingga 2012, merupakan generasi pertama yang tumbuh bersama internet dan media sosial. Kedekatan mereka dengan teknologi membuat Gen Z dikenal sebagai generasi yang adaptif, kreatif, dan cepat menerima perubahan. Namun, di balik berbagai keunggulan tersebut, muncul sejumlah fenomena yang menjadi perhatian, terutama terkait kesehatan mental, dunia kerja, dan pencarian makna hidup.

Salah satu fenomena yang banyak dibahas adalah meningkatnya kesadaran Gen Z terhadap kesehatan mental. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z lebih terbuka dalam membicarakan stres, burnout, kecemasan, hingga kebutuhan untuk menjaga keseimbangan hidup. Penelitian menunjukkan bahwa paparan media sosial yang tinggi, tekanan akademik, persaingan karier, serta ketidakpastian kondisi global menjadi faktor yang memengaruhi kesehatan mental generasi ini. Selain itu, penggunaan media sosial yang intens juga dapat memicu perasaan kesepian, kelelahan emosional, dan kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain.

Fenomena lain terlihat dalam dunia kerja. Banyak perusahaan menilai Gen Z memiliki ekspektasi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka tidak hanya mencari penghasilan, tetapi juga pekerjaan yang memiliki makna, kesempatan berkembang, lingkungan kerja yang sehat, serta fleksibilitas dalam bekerja. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa nilai intrinsik, hubungan sosial yang baik, dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi faktor penting bagi kesejahteraan kerja Gen Z.

Di sisi lain, Gen Z juga dikenal sebagai generasi yang berani menetapkan batasan (boundaries). Mereka cenderung lebih memilih kualitas hidup dibandingkan budaya kerja yang mengharuskan seseorang bekerja secara berlebihan. Akibatnya, sebagian pihak sering menganggap Gen Z kurang loyal terhadap pekerjaan. Padahal, banyak penelitian menunjukkan bahwa mereka lebih mengutamakan lingkungan kerja yang mendukung, transparan, dan memberikan kesempatan untuk berkembang.

Secara keseluruhan, fenomena Gen Z menunjukkan adanya perubahan nilai dan prioritas dalam masyarakat modern. Bagi generasi ini, kesuksesan tidak hanya diukur dari pencapaian materi, tetapi juga dari kesehatan mental, keseimbangan hidup, dan kemampuan menemukan makna dalam setiap aktivitas yang dijalani. Oleh karena itu, memahami karakteristik Gen Z menjadi penting agar dunia pendidikan, keluarga, dan lingkungan kerja dapat beradaptasi dengan kebutuhan generasi masa depan.

Daftar Pustaka

Adisaputra, M. R. (2025). Peran Work Values terhadap Workplace Well-Being pada Pekerja Gen Z. Universitas Gadjah Mada.

Gustine, G. G. (2024). Generation Z's Attitudes and Expectations in the Workplace and Their Implications for Education Policy in Indonesia. Muslim Education Review.

Matilda, A. M., Wulandari, B. P. A. I., & Darmanto. (2025). Understanding Gen Z's Mental Health Challenges. Phenomenon: Multidisciplinary Journal of Sciences and Research.

Marsyadi, M. A. I., Rizka, & Soekiswati, S. (2025). Implikasi Mental Health Gen Z Akibat Pengaruh Media Sosial dalam Pandangan Hukum di Indonesia.

Salen, A., Sahabuddin, R., Musa, C. I., Tahir, T., & Kurniawan, A. W. (2025). Construction of Work Values and Meaning Among Generation Z: A Qualitative Study on Motivation, Productivity Meaning, and Job Satisfaction. International Conference on Economics, Accounting, and Taxation.

 

 

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.