“Agak Laen 2: Menyala Pantiku!” Siap Guncang Bioskop dengan Format Komedi Investigasi
Film “Agak Laen 2: Menyala Pantiku!” resmi diumumkan sebagai penerus dari kesuksesan besar film pertamanya yang menembus lebih dari sembilan juta penonton. Rumah produksi Imajinari kembali menggandeng sutradara Muhadkly Acho untuk mengarahkan sekuel yang disebut membawa konsep dan warna baru dibanding pendahulunya.
Produksi film ini dimulai pada 9 Juni 2025 dengan menghadirkan kembali empat komika utama: Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga. Keempatnya tetap memerankan karakter Bene, Boris, Jegel, dan Oki, tapi kali ini ditempatkan dalam cerita yang benar-benar berbeda dari versi awal. Mereka juga ditemani sejumlah pemain baru seperti Tissa Biani, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Awwe, dan Gita Bhebhita.
Tidak seperti film pertama yang mengusung nuansa horor-komedi, “Agak Laen 2” berpindah haluan menjadi komedi investigasi. Dalam film ini, keempat tokoh utama tampil sebagai detektif swasta yang dikenal sering gagal menjalankan misi. Kesempatan terakhir datang ketika mereka diminta menyamar sebagai perawat dan menyusup ke sebuah panti jompo untuk melacak seorang buronan yang terlibat kasus pembunuhan anak wali kota. Setting baru tersebut diperkirakan menjadi sumber humor segar dan situasi tak terduga yang akan mendominasi alur cerita.
Pihak produksi menegaskan bahwa mereka tidak ingin sekadar mengulang formula film pertama. Meski ekspektasi publik sangat tinggi, tim memilih memulai dari awal dan merancang pendekatan berbeda agar sekuel ini tetap terasa orisinal. Keputusan mengganti genre dianggap sebagai langkah berani demi menghadirkan pengalaman baru bagi penonton.
Dengan durasi sekitar 119 menit, film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 27 November 2025. Antusiasme penonton sudah mulai terlihat sejak teaser resmi dirilis, terutama dari penggemar film pertamanya yang penasaran dengan format dan cerita baru yang ditawarkan.“Agak Laen 2: Menyala Pantiku!” diharapkan mampu mempertahankan identitas komedi khas kuartet utamanya sekaligus membuka ruang petualangan yang lebih luas dalam dunia sinematik mereka. Film ini diprediksi menjadi salah satu penutup tahun yang paling dinantikan di industri film nasional.