Berita

Longsor Putus Akses Jalan Desa di Karangjambu Purbalingga, 12 KK Terisolasi

N Nofita Nur Safitri Terverifikasi Penulis
24 Desember 2025, 00:15 2 menit baca 451x dilihat
Longsor Putus Akses Jalan Desa di Karangjambu Purbalingga, 12 KK Terisolasi
Winnicode Officials

Purbalingga – Tanah longsor memutus jalan desa yang menjadi satu-satunya akses warga di Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga. Akibatnya, sebanyak 12 kepala keluarga (KK) atau sekitar 40 jiwa terisolasi karena akses jalan terputus total.

Camat Karangjambu, Puji Muhlisun, menjelaskan longsor terjadi pada Minggu (21/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat sejak sore hingga malam hari.

“Itu jalan desa yang menghubungkan ke rumah warga. Sebelumnya masih bisa dilalui sepeda motor dan mobil meski belum selesai pengaspalan. Sekarang terputus total,” kata Puji saat dikonfirmasi, Selasa (23/12/2025).

Menurutnya, longsor sebenarnya sempat terjadi sebelumnya, namun tidak separah kejadian kali ini. Material longsoran kini menutup badan jalan sepanjang sekitar 25 meter dengan ketinggian mencapai 15 meter.

“Masih ada potensi longsor susulan karena terlihat retakan tanah sepanjang kurang lebih 20 meter,” jelasnya.

Puji menambahkan, tidak terdapat akses alternatif menuju permukiman warga. Jika harus memutar, jarak tempuh mencapai sekitar 4 kilometer.

“Dari informasi kepala desa, tidak ada jalan lain. Kalau harus memutar jaraknya sangat jauh. Total warga yang terisolasi ada 12 KK atau sekitar 40 jiwa,” ujarnya.

Selain memutus akses permukiman, longsor juga berdampak pada sektor pertanian. Luas lahan pertanian terdampak mencapai sekitar 5 hektare, dengan 1 hektare di antaranya tertimbun material longsor. Jalur irigasi pun terputus sehingga pasokan air ke sawah terganggu.

“Sawah yang tertimbun sekitar satu hektare. Selain itu, irigasi juga terputus sehingga aliran air ke lahan pertanian tidak bisa mengalir,” ungkap Puji.

Sementara itu, warga setempat secara swadaya bergotong royong membuat jalan setapak darurat agar lokasi masih bisa dilalui pejalan kaki.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah menyiapkan langkah penanganan darurat. Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, bahkan meninjau langsung lokasi longsor untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Longsor ini memutus jalan desa sekaligus jalan usaha tani yang merupakan satu-satunya akses warga. Ada sekitar 12 rumah yang terputus aksesnya,” kata Fahmi.

Sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Purbalingga akan membangun jembatan darurat agar aktivitas warga bisa kembali berjalan.

“Nanti dari pemerintah daerah akan membantu pembangunan jembatan darurat berupa jembatan krapyak supaya bisa dilalui terlebih dahulu,” jelasnya.

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.