Banjir dan Longsor di Sumatera Barat: Korban Meningkat, Akses Terisolir, Bantuan Dipercepat
Padang — Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumbar serta sejumlah provinsi di Pulau Sumatra dalam beberapa hari terakhir terus memunculkan duka. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 5 Desember 2025 mencatat korban tewas telah mencapai sekitar 836 jiwa, sementara 509 orang masih hilang. Kondisi ini membuat korban luka, kerusakan rumah, serta pengungsian warga mencapai angka memprihatinkan. Bencana ini tak hanya menimpa Sumbar — provinsi lain seperti Aceh dan Sumatera Utara juga terdampak parah, membuat total korban dan jumlah wilayah terdampak membengkak.
Sejumlah daerah terdampak sulit dijangkau karena jalan terputus dan infrastruktur rusak. Untuk itu, BNPB bersama tim penanggulangan kebencanaan dan unsur militer serta pemerintah pusat mengerahkan berbagai langkah darurat: helikopter dan pesawat angkut digunakan untuk mengirim logistik, sementara distribusi bantuan dari darat tetap diupayakan bila memungkinkan. Misalnya, pasokan makanan siap santap, perahu karet, tenda, generator, dan alat komunikasi telah dikirim ke provinsi terdampak — termasuk ke wilayah di Sumbar — melalui udara dari pangkalan militer. Pemerintah juga menegaskan bahwa dana cadangan di BNPB, sekitar Rp 500 miliar, siap digunakan — dan bila dibutuhkan akan ada penambahan anggaran untuk mendukung operasi penyelamatan dan pemulihan.
Bencana ini memunculkan kritik dari organisasi lingkungan seperti Greenpeace Indonesia, yang mendesak agar kejadian ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperbaiki kebijakan pengelolaan hutan, tata ruang, dan mitigasi bencana alam. Greenpeace menegaskan bahwa kerusakan lingkungan dan perubahan iklim berperan besar dalam makin seringnya banjir dan longsor ekstrem. Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan percepatan upaya tanggap bencana — dengan fokus pada keselamatan warga, evakuasi cepat, serta koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat keamanan. Pemerintah berjanji memastikan penyediaan bantuan serta membangun kembali infrastruktur yang rusak. Meski cuaca membaik sedikit, pemerintah dan lembaga terkait mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan serta longsor — terutama di daerah rawan dan terdampak sebelumnya.
Banjir dan longsor di Sumbar dan sejumlah provinsi di Sumatra telah menimbulkan dampak luas — dari korban jiwa, hilang, hingga kerusakan rumah dan infrastruktur. Upaya penanganan darurat sudah dijalankan dengan cepat melalui udara maupun darat. Namun bencana ini juga menjadi peringatan serius soal pentingnya tata kelola lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Pemerintah berkomitmen membantu pemulihan — namun masyarakat juga disarankan tetap waspada dan saling mendukung untuk bangkit bersama.