Kenapa INFJ Butuh Waktu Sendiri untuk Tetap Waras?
INFJ merupakan MBTI yang dikenal sangat hangat, empatik, dan peduli pada orang lain. Tak jarang orang yang memiliki kepribadian seperti INFJ biasanya disukai oleh hampir semua kalangan. Namun, fun facts INFJ justru sangat membutuhkan ruang personal untuk menjaga keseimbangan mentalnya. Di waktu kesendirian INFJ merasa dapat mencharge energi yang telah terkuras setelah bersosialisasi dengan individu atau kelompok. Jika tidak ada waktu untuk sendiri, biasanya INFJ cenderung akan merasa lelah secara emosional, overthinking, tidak enakan, bahkan kehilangan koneksi dengan dirinya sendiri.
Lalu, kenapa INFJ butuh waktu sendiri? Yuk simak pembahasanya.
INFJ Menyerap Energi Emosional Orang Lain
INFJ sangat dikenal dengan tipe kepribadian dengan empati yang tinggi. Untuk adjust ke dalam lingkunganya, mereka menyerap energi dari orang orang disekitarnya seperti ikut merasakan sedih, kesal, marah. Mereka berusaha untuk memahami situasi orang orang disekitarnya dan layaknya ikut menderita dengan suatu hal yang terjadi oleh orang lain.
Tanpa disadari, energi yang datang dari orang lain kerap kali membuat INFJ tampak kewalahan yang efek sampingnya membuat mereka tampak lesu, terdiam, dan terkadang merasa sangat lelah. Waktu sendiri inilah yang sangat INFJ butuhkan berfungsi sebagai momen detoks emosional untuk melepaskan energi yang bukan milik mereka.
Terlalu Overthinking
INFJ merupakan pribadi yang sangat pemikir dan perasa. Mere Pikiran mereka jarang berhenti bekerja, menganalisis dan mencerna.
Saat terlalu lama berada dalam keramaian, terkadang pikiran INFJ menjadi makin kacau. Maka dari itu waktu sendiri dibutuhkan untuk menyusun ulang pikiran, menenangkan mental, dan memahami perasaan mereka sendiri.
Introvert yang Terlihat Ekstrovert
INFJ sering di salah artikan sebagai pribadi yang ekstrovert karena kemampuan komunikasi dan kepedulian yang tinggi. Padahal, sesungguhnya mereka adalah introvert sehati yang energinya begitu terkuras karena melakukan terlalu banyak sosialisasi.
Jika sedang bersosialisasi mereka dapat mudah lelah, menjmenjadi lebh emosional, sensitif, serta kehilangan motivasi. Maka, waktu sendiri adalah cara INFJ untuk mengisi ulang baterai mentalnya.
Jika tidak memiliki ruang pribadi, INFJ dapat mengalami hal yang sangat double dan bertubi tubi misalnya lebih mudah merasa anxiety, emotional burnout, merasa kosong, dan kehilangan arah.
Bagi INFJ, mereka sangat nyaman dengan waktu sendirian. Itu adalah cara mereka untuk bertahan di banyak situasi dan kondisi. Bukan maksud menghindar, INFJ hanya butuh space atau tempat untuk menyadari dan menghormati diri mereka sendiri.
Respect to all of the INFJ's out there!