Self Improvement

Dari Overthinking ke Mindful Living: Peran Deculturing dalam Kesehatan Mental

A Aretha Nurahma Poernomo Terverifikasi Penulis
20 Februari 2026, 14:52 3 menit baca 466x dilihat
Dari Overthinking ke Mindful Living: Peran Deculturing dalam Kesehatan Mental
Winnicode Officials

Pernah merasa pikiran terlalu penuh dan sumpek?

Baru bangun tidur langsung merasa cemas dan tidak tenang, memikirkan pekerjaan dan malam pun terasa lelah walaupun tidak banyak melakukan aktivitas fisik. 

Inilah yang sering kita sebut overthinking

Tanpa disadari, kita hidup dalam tekanan untuk mendapatkan sesuatu secara cepat, dengan melakukan hal secara produktif dan selalu ingin cepat. Merasa bahwa diam sebentar atau tidak melakukan apa apa dianggap sebagai sebuah kegagalan. Nyatanya, pola hidup ini bukan berasal dari diri kita melainkan hasil akumulasi dari lingkungan yang kita serap dan konsumsi. 

Disinilah saatnya kamu mengenal konsep deculturing. Secara sederhana, deculturing adalah proses melepaskan kebiasaan, nilai, atau standar yang tidak lagi sehat bagi kita. 

Kita tumbuh dengan pemikiran bahwa:

  • Harus jadi pns
  • Harus selalu sibuk
  • Sukses berarti harus bekerja kantoran
  • Selalu membandingkan diri dengan orang lain

Semua ini awalnya terlihat normal, tapi secara diam menguras seluruh energi kita. 

Decultruing mengingatkan kita dan bertanya:

“Apakah ini yang benar - benar aku butuhkan, atau cuma gaya hidup yang dipandang baik oleh orang?"

Overthinking biasanya identik dengan kehidupan kita yang penuh tuntutan dimana kita merasa takut tertinggal, takut salah, takut tidak cukup baik, ditambah dengan social media yang seringkali digunakan untuk ajang pamer kesuksesan. Pikiran kita diajak untuk terus bekerja tanpa henti yang akhirnya membuat kita selalu cemas dan merasa burnout. 

Bagaimana peran deculturing dalam membantu kesehatan mental kita?

  • Melepaskan standar yang tidak realistis
  • Merubah mindset semua orang harus sukses di usia 25
  • Tidak semua hari harus produktif

Saat kita mulai pelan pelan berhenti mengikuti timeline duniawi ini, yakin bahwa beban mental kita akan teras berkurang dan hidup terasa lebih manusiawi. 

Berikan Batasan pada Social Media

Deculturing juga berarti kita membatasi apa yang kita konsumsi. 

Terlalu banyak doom scrolling akan membuat otak kita cepat lelah. Cobalah untuk hilangkan distraksi mulai dari membaca buku, memasak, atau kegiatan lain.

Kalau job ku jadi Content Creator? Terus bagaimana?, sepertinya tidak bisa berhenti scrolling untuk mencari ide.

Cobalah untuk fokus membuat dan beri batasan untuk mencari ide seperti setting 1 jam untuk mengeksplorasi ide baru. Selebihnya fokus pada hal yang ingin kamu kembangkan dan lakukan. Upload video dan tinggalkan. 

Belajar Mindul Living (Hidup di Masa Sekarang)

Belajar mindful adalah dengan kita benar benar merasakan hidup di detik dan saat ini juga. Misalnya: menikmati sarapan tanpa melihat video youtube, fokus pada hal yang ingin dilakukan. Hal tersebut terasa kecil namun berefek besar jika kamu terapkan dalam kehidupan.

Selalu ingat bahwa hidup pelan bukan berarti tertinggal. Melainkan tentang belajar lebih sadar pada kehidupan sekarang (present) dan jujur pada diri sendiri. 

 

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.