Psikologi

Kamu Boleh Kagum, Tapi Jangan Lupa Perasaanmu Sendiri

N Nur Afiyah Syamilah Terverifikasi Penulis
19 Juni 2025, 19:27 3 menit baca 396x dilihat
Kamu Boleh Kagum, Tapi Jangan Lupa Perasaanmu Sendiri
Winnicode Officials

Kadang, kita terlalu fokus sama “siapa” seseorang di mata kita. Kita melihat mereka sebagai sosok yang luar biasa, menarik, pintar, bijak, punya karisma, bahkan bikin kita kagum sampai rasanya kayak nggak ada orang lain yang bisa seperti dia.

Tapi ada satu hal yang sering kita lupa perhatikan: bagaimana orang itu bikin kita merasa.

Karena ternyata, kagum sama seseorang itu beda banget dengan perasaan yang muncul saat kita bersama mereka. Kamu bisa aja berpikir, “Dia keren banget, pinter, lucu, dewasa.” Tapi kalau setiap habis ngobrol sama dia kamu malah ngerasa gelisah, sedih, nggak dihargai, atau jadi mempertanyakan diri sendiri, itu tandanya ada yang salah. Bukan sama rasa kagummu, tapi sama pengaruh emosional yang dia berikan ke kamu.

Kita sering keliru mikir: “Kalau aku suka sama dia, berarti semua hal yang dia lakukan pasti benar.” Atau, “Dia nggak mungkin bikin aku sakit hati, karena dia orang baik.” Padahal nyatanya, orang bisa sangat memikat, tapi tetap bikin kita merasa kecil. Bisa sangat pintar, tapi tetap bikin kita ragu pada diri sendiri. Bisa sangat perhatian ke orang lain, tapi membuat kita merasa sendirian dalam hubungan.

Kamu boleh banget mengakui bahwa seseorang punya kualitas hebat. Tapi jangan biarkan itu membutakan kamu dari bagaimana dia memperlakukanmu. Soalnya, dalam hubungan apa pun, yang paling penting bukan cuma siapa mereka, tapi gimana kamu merasa saat bersamanya.

Kalau kamu terus-terusan merasa cemas, ngerasa nggak cukup, selalu menyesuaikan diri, takut disalahpahami, atau bahkan merasa kamu harus jadi versi lain dari dirimu biar dia nggak pergi... itu bukan hubungan yang sehat. Dan kamu nggak egois kalau memilih mundur dari situ. Kamu cuma sedang memprioritaskan dirimu sendiri.

Karena pada akhirnya, hubungan yang sehat bukan cuma tentang rasa kagum. Tapi tentang rasa aman. Rasa dihargai. Rasa dimengerti. Rasa cukup menjadi diri sendiri, tanpa harus membuktikan apa-apa.

Penting buat kamu bisa bedain dua hal ini:

  1. Perasaanmu terhadap seseorang (misalnya: aku suka dia, aku kagum, aku nyaman)
  2. Perasaan yang ditimbulkan orang itu dalam dirimu (misalnya: aku sering merasa cemas, nggak yakin, kecil, atau sendirian)

Itu dua hal yang sangat beda. Kamu bisa suka seseorang banget, tapi tetap merasa nggak bahagia saat dekat dia. Dan pada akhirnya, bukan rasa kagummu yang membentuk pengalamanmu, tapi bagaimana dia memperlakukanmu dan bagaimana kamu merasa saat bersamanya.

Jadi, jangan takut untuk jujur sama perasaanmu. Kamu punya hak untuk memilih hubungan yang bikin kamu merasa damai, aman, dan dihargai. Kagum itu penting, tapi perasaanmu lebih penting. Kamu layak ada di hubungan yang tidak hanya indah dilihat dari luar, tapi juga hangat dan nyaman di dalamnya.

Ingat: kamu bisa saja berpikir seseorang luar biasa. Tapi kalau dia bikin kamu merasa bahwa kamu bukan siapa-siapa, maka itu yang akan jadi kenyataan emosionalmu. Dan kamu berhak memilih untuk tidak tinggal di perasaan itu.

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.