Politik Internasional

Cina Siap Perang dengan Amerika Serikat, Apa yang Terjadi?

A Aurellia Angelie Shalum Terverifikasi Penulis
10 Maret 2025, 06:22 3 menit baca 887x dilihat
Cina Siap Perang dengan Amerika Serikat, Apa yang Terjadi?
Winnicode Officials

Beberapa waktu lalu, China mengeluarkan statement bahwa mereka siap melakukan perang dengan Amerika Serikat dalam bentuk apapun. Pernyataan ini jelas menggemparkan masyarakat luas walaupun bukan jadi pertama kalinya bagi China untuk menyerukan kesiapannya untuk melawan Amerika Serikat sejak perang dagang pada periode awal jabatan Donald Trump lalu. Pernyataan ini cukup menghebohkan karena sebelumnya hubungan China dan Amerika Serikat terlihat lebih tenang dilihat dari Trump yang mengundang Xi Jinping saat pelantikannya Desember 2024 silam. Lalu sebenarnya apa yang terjadi?            

Pernyataan China ini ternyata merupakan tindakan defensif. Beberapa waktu lalu Amerika Serikat menaikkan tarif impor barang mencapai angka 20 persen. Ini tentu saja merugikan bagi China mengingat Amerika Serikat juga merupakan salah satu pasar yang besar bagi China. Sebagai balasan, China meluncurkan peningkatan tarif impor kepada produk pertanian Amerika Serikat hingga angka 15 persen.            

Pada akun X Kedutaan Besar China di Washington telah ditegaskan bahwa China memang siap berperang dengan Amerika Serikat. “If war is what the U.S. wants, be it a tariff war, a trade war or any other type of war, we’re ready to fight till the end” unggahnya di X. Di sisi lain sebagai pembelaan, Trump menyampaikan bahwa beberapa negara termasuk China termasuk salah satu yang menaikkan tarif impor lebih tinggi terhadap produk Amerika Serikat. Trump merasa tindakannya ini merupakan hal yang wajar melihat behaviour negara lain.           

Walaupun begitu, pada dasarnya China ingin menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat. Hal ini tidak bisa dipungkiri mengingat sebenarnya kedua negara ini saling membutuhkan walaupun saling bersaing. Dalam keterangan yang disampaikan oleh Wang Yi, Menteri Luar Negeri China, China tetap akan mengusahakan hubungan baik dengan Amerika Serikat dalam pola diplomasinya tahun 2025 ini.            

Dalam pernyataannya tersebut, Wang Yi menyatakan bahwa hubungan China dengan Amerika Serikat seharusnya damai dan saling menghargai sebagai dasar norma hubungan antar negara. Ia menambahkan bahwa dalam hubungan ini tidak ada negara yang bisa menekan sekaligus menjaga hubungan baik dengan negara lain di saat yang bersamaan. Sifat bermuka dua seperti itu bisa berdampak buruk terhadap hubungan bilateral keduanya untuk membangun kepercayaan antara keduanya.            

Wang Yi juga menambahkan bahwa Amerika Serikat dengan China akan selamanya ada (tidak mungkin ada yang hilang) sehingga harus dibangun lingkungan yang lebih damai. Xi Jinping juga dikatakan telah berbincang soal hal ini kepada Donald Tarump via telepon. Ia mengatakan bahwa konflik, konfrontasi, dan semacamnya seharusnya tak menjadi opsi di tengah diplomasi antara keduanya. Hal ini membuka peluang bagi China dengan Amerika Serikat untuk menjadi partner kedepannya yang saling membantu.            

Sikap China ini sebenarnya sedikit mengundang kebingungan. Mengingat sebenarnya tanggapannya melalui X Kedutaan Besar China di Washington dan pernyataan mengenai strategi diplomasi China, yang hendak membangun hubungan baik dengan Amerika Serikat, dikeluarkan dengan jarak waktu yang sangat singkat. Jika dilihat dari tanggal unggahan keduanya, keduanya hanya berbeda satu hari. Hari ini China menyatakan siap perang, keesokannya rilis pernyataan Wang Yi mengenai keinginan China terkait perdamaian dengan Amerika Serikat. Hingga saat ini hubungan keduanya masih pada status ”tidak pasti”. Tidak ada yang tahu apakah hubungan China-Amerika Serikat akan membaik atau kembali seperti kondisi pada tahun 2018 silam.             

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.