Tahukah Kamu, Tragedi Musala Al-Khoziny Jadi Peringatan Penting Tentang Keselamatan Bangunan?
Peristiwa ambruknya musala tiga lantai di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) menyisakan duka mendalam. Ratusan santri yang sedang melaksanaka Salat Ashar tiba-tiba harus berhadapan dengan musibah besar ketika bangunan roboh dan menimpa mereka. Tragedi ini bukan hanya tentang jumlah korban, tetapi juga menjadi pengingat penting tentang arti keselamatan dalam pembangunan fasilitas umum. Pondok pesantren adalah rumah kedua bagi para santri. Di sinilah mereka belajar, beribadah, dan tumbuh bersama. Karena itu, kualitas bangunan di lingkungan pesantren harus menjadi perhatian serius. Ambruknya musala Al-Khoziny diduga dipicu oleh lemahnya struktur bangunan dan tidak kuatnya pondasi menahan beban lantai atas. Jika benar, hal ini menjadi pelajaran berharga bahwa keamanan tidak boleh dikompromikan dengan alasan apa pun
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus bangunan ambruk sering terjadi di berbagai daerah, mulai dari sekolah, gedung pertemuan, hingga tempat ibadah. Faktor utamanya berulang terkait dengan kualitas konstruksi, penggunaan material yang tidak sesuai standar, atas kurangnya pengawasan teknis. Padahal, setiap bangunan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas—terutama anak-anak—seharusnya memiliki jaminan keamanan maksimal. Tragedi AlKhoziny juga mengingatkan kita tentang pentingnya keselamatan sebagai bagian daripendidikan. Santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga berhak atas lingkungan belajaryang aman. Pemerintah, pengelola pondok, dan masyarakat harus bersama-sama memastikan bahwa setiap pembangunan pesantren mengikuti standar konstruksi yang benar, diawasi tenaga ahli, dan diperiksa secara berkala. Di sisi lain, musibah ini juga memperlihatkan nilai kebersamaan. Evakuasi dilakukan oleh
Gabungan warga, aparat, dan relawan yang bahu-membahu menolong santri yang masih terjebak. Rasa solidaritas inilah yang menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapbencana.Meski luka dan trauma tidak mudah hilang, tragedi ini seharusnya tidak berhenti pada kesedihan. Ia harus menjadi titik balik: bahwa keamanan bangunan pondok, sekolah, dan tempat ibadah adalah hal yang wajib diprioritaskan. Dengan begitu, peristiwa serupa tidak lagi terulang, dan santri bisa kembali menuntut ilmu dalam suasana yang aman dan nyaman.