Fenomena Hujan Asam
Tahukah kamu apa itu hujan asam? Hujan asam adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu fenomena dimana hujan memiliki tingkat keasaman di bawah pH normal, yaitu berkisar 5.6. Asam ini berasal dari adanya kandungan CO2 yang larut dalam air hujan dan bentuknya sebagai asam lemah. Hujan asam ini berbahaya dan bersifat toksik terhadap makhluk hidup. Ciri - ciri dari hujan asam adalah sebagai berikut.
-
Memiliki pH rendah (<5.6)
-
Bersifat korosif terhadap logam dan bangunan
-
Tidak berwarna dan berbau khas
-
Mengandung asam kuat seperti asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3)
Hujan asam terbentuk melalui reaksi kimia antara udara polutan dengan uap air di atmosfer. Udara polutan ini dapat berasal dari hasil pembakaran bahan bakar fosil seperti kendaraan, bermotor, pembangkit listrik, dan industri. Selain itu, dapat juga berasal dari aktivitas vulkanik. Gas yang dihasilkan antara lain adalah karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), dan nitrogen oksida (NOx). Ketika gas SO2 dan NOX ini terlepas ke udara dan bereaksi dengan oksigen, asam akan terbentuk. Asam yang terbentuk ini akan larut dalam awan dan jatuh bersama hujan. Efek dari hujan asam ini baru akan terlihat setelah bertahun - tahun, contohnya pada tahun 1970-1990 lebih dari 500 danau di as kehilangan ikan akibat dari hujan asam. Bagaimana cara mencegah hujan asam ini? Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain adalah sebagai berikut.
-
Menggunakan scrubber pada cerobong asap pabrik yang bertujuan untuk menangkap gas SO2
-
Menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur rendah
-
Menggunakan katalitik konverter pada kendaraan yang akan mengubah gas NOx menjadi N2 dan O2
-
Mengembangkan kendaraan berbasis nitrogen
-
Meningkatkan pemanfaatan pada energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada batubara
-
Melakukan reboisasi untuk menangkap SO2 dan NOx di udara
-
Menggunakan transportasi umum atau bersepeda
-
Hemat listrik
-
Mendukung produk ramah lingkungan