Intertaiment

FOMO KONSER KENAPA BANYAK ORANG TAKUT KETINGGALAN MOMEN FAVORITNYA

L Laura Katherine Nainggolan Terverifikasi Penulis
27 Mei 2026, 12:13 2 menit baca 362x dilihat
FOMO KONSER KENAPA BANYAK ORANG TAKUT KETINGGALAN MOMEN FAVORITNYA
Winnicode Officials

Beberapa tahun terakhir, konser musik menjadi salah satu fenomena yang ramai dibicarakan, terutama di kalangan anak muda. Mulai dari konser musisi internasional, festival musik, hingga fan meeting artis, antusiasme masyarakat terlihat semakin besar. Tiket yang terjual dalam hitungan menit, unggahan media sosial yang dipenuhi video konser, hingga antrean panjang pembelian tiket menunjukkan bahwa acara hiburan saat ini bukan lagi sekadar tempat menikmati musik.

Di balik euforia tersebut, muncul fenomena yang sering disebut Fear of Missing Out atau FOMO. Banyak orang merasa takut tertinggal pengalaman yang dianggap penting atau menyenangkan ketika melihat orang lain menghadirinya. Media sosial memiliki peran besar dalam membentuk perasaan ini. Video konser yang beredar di TikTok, Instagram, atau platform lain sering membuat seseorang merasa bahwa mereka kehilangan momen besar jika tidak ikut hadir.

Fenomena ini membuat sebagian orang rela melakukan berbagai hal demi mendapatkan tiket. Ada yang rela menunggu berjam-jam di sistem antrean online, mengeluarkan biaya besar, bahkan memaksakan kondisi keuangan demi ikut merasakan pengalaman yang sama. Keinginan untuk menjadi bagian dari momen tersebut kadang lebih besar daripada mempertimbangkan kebutuhan pribadi.

Di sisi lain, konser memang memiliki daya tarik yang sulit digantikan. Menyaksikan penampilan langsung, bernyanyi bersama ribuan orang, dan merasakan atmosfer yang sama dapat menciptakan pengalaman emosional yang berkesan. Hal inilah yang membuat banyak orang menganggap konser bukan sekadar hiburan, tetapi juga pengalaman sosial.

Namun penting untuk menyadari bahwa menikmati hiburan tidak harus selalu mengikuti apa yang sedang ramai. Pengalaman setiap orang berbeda dan tidak semua kebahagiaan harus diukur dari seberapa banyak tren yang berhasil diikuti. Pada akhirnya, hiburan seharusnya menjadi sesuatu yang dinikmati, bukan sesuatu yang membuat seseorang merasa tertinggal.

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.