Hiburan

Fenomena "Street Woman Fighter": Saat Penari Latar Mengambil Alih Panggung Utama

S SHAFA NAZARA ERYES PUTRI Terverifikasi Penulis
2 Juli 2025, 20:15 2 menit baca 318x dilihat
Fenomena "Street Woman Fighter": Saat Penari Latar Mengambil Alih Panggung Utama
Winnicode Officials

Program kompetisi "Street Woman Fighter" (SWF) yang tayang di Mnet berhasil menjadi sebuah fenomena budaya yang mengubah lanskap industri hiburan Korea Selatan. Acara ini sukses membawa para penari jalanan, yang seringkali hanya menjadi pengiring artis, ke panggung utama dan menjadikan mereka bintang dengan sendirinya. Dengan konsep pertarungan antar kru tari  perempuan, SWF menyajikan talenta luar biasa yang dibalut dalam persaingan ketat dan penuh emosi.Kehadiran SWF membawa dampak masif. Popularitas para pesertanya, seperti Noze dari kru WayB yang koreografi "Hey Mama"-nya menjadi tren viral, hingga Monika dari PROWDMON yang disegani karena wawasan dan kepemimpinannya, meroket dalam semalam. Mereka tidak hanya mendapatkan pengakuan atas kemampuan teknis, tetapi juga menjadi ikon fesyen dan bintang iklan. Ini membuktikan bahwa penari memiliki nilai jual dan daya tarik setara dengan idola K-Pop.Namun, di balik sorotan positif, acara ini tidak luput dari kritik. Seperti program Mnet lainnya, isu "evil editing" atau penyuntingan gambar yang dramatis menjadi perdebatan. Beberapa adegan sengaja dibingkai untuk menciptakan konflik antar peserta, yang terkadang memicu perundungan daring dari para penonton.Meski demikian, warisan "Street Woman Fighter" tidak terbantahkan. Program ini berhasil mengangkat derajat profesi penari di Korea dan melahirkan beberapa sekuel sukses seperti "Street Man Fighter". SWF menjadi bukti bahwa panggung hiburan selalu memiliki ruang untuk talenta otentik, asal diberi kesempatan untuk bersinar.

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.