Hewan

Harimau Jawa dan 5 Penyebab Kepunahannya

M Muhammad Daviq Fayaliq Azri Terverifikasi Penulis
13 November 2024, 06:46 3 menit baca 857x dilihat
Harimau Jawa dan 5 Penyebab Kepunahannya
Winnicode Officials

1. Rampogan Macan

Yang pertama, lagi dan lagi faktor terbesar kepunahan fauna pada periode kehidupan ini adalah manusia. Pada tahun 17-19 masehi, di Jawa pernah memiliki tradisi rampogan macan. Tradisi tersebut adalah seperti pertunjukan gladiator versi orang Jawa.

Pada proses pertunjukannya, harimau akan diburu dan kemudian dijadikan pertunjukan dengan ditonton para penonton yang sudah siap membawa tombak. Rampogan macan terdiri dari 2 babak.

Babak pertama, biasanya adalah pertunjungkan menarungkan harimau dan kerbau dalam satu kandang, kemudian babak kedua orang-orang yang sudah memegang tombak tadi akan menusuk harimau yang panik akbat dikeliling oleh banyak orang. Tombak yang dibawa oleh penonton juga biasanya telah dilumuri dengan racun. 

Rampogan macan adalah salah satu faktor utama menurun drastisnya jumlah spesies harimau Jawa dari abad ke 17-19 masehi. Acara tersebut biasanya dilaksanakan di alun-alun keraton dengan tujuan menyambut tamu atau pertunjukan untuk memeriahkan sesuatu seperti acara peringatan keagamaan. 

2. Perluasan Lahan Secara Ugal-ugalan

Pada tahun 1830, Hindia Belanda di bawah gubernur Johanes van Den Bosch menerapkan kebijakan cultuur stelsel atau tanam paksa. Dengan diterapkannya kebijakan tersebut mengakibatkan dibutuhkannya lahan perkebunan yang luas sehingga harus memangkas habitat hidup harimau Jawa.            

Pada masa itu, harimau Jawa juga dianggap sebagai hama yang harus dimusnahkan dikarenakan harimau dapat menjadi musuh yang sewaktu-waktu bisa menyerang para petani. Oleh karena itu, digalakkanlah perburuan harimau secara besar-besaran yang bahkan setiap satu kepala harimau yang berhasil diburu akan diberikan imbalan oleh pemerintah. 

3. Konflik dengan Manusia 

Saat ini hutan di pulau Jawa hanya tersisa 20% akibat banyaknya lahan yang telah digunakan untuk pemukiman, pertanian, dan pembangunan infrastruktur. Karena menyusutnya habitat alami harimau di alam bebas, harimau menjadi lebih sering menduduki wilayah-wilayah pertanian dan peternakan milik warga sehingga sering kali merugikan dan menjadi ancaman bagi warga setempat. Oleh karena itu, harimau yang menjadi ancaman diburu karena dapat merugikan peternak ataupun untuk perlindungan diri. 

4. Perdagangan Ilegal

Taring, kuku, dan kulit harimau merupakan barang berharga yang dapat diperjualbelikan di pasar gelap. Pemburuan liar terus menerus mengakibatkan menurunnya populasi harimau Jawa atau bahkan permasalahan utama menurunnya populasi harimau di dunia hingga saat ini. Meskipun sudah ada larangan dan hukuman yang cukup berat, praktik ilegal ini masih berkelanjutan. 

5. Kelemahan Genetik 

Harimau Jawa termasuk dalam hewan endemik yang terisolasi di pulau Jawa, oleh karena itu harimau ini menjadi rentan terhadap penyakit dan juga gangguan genetik. Seiring menyusutnya populasi, harimau Jawa menjadi kehilangan keragaman genetik, hal tersebut menjadi permasalahan serius dikarenakan berpengaruh pada kemampuan spesies dalam bertahan dan bereproduksi.            

Harimau Jawa atau panthera tigris sondaica dinyatakan punah pada tahun 1980 setelah terakhir kali terlihat pada tahun 1976. Hanya dalam kurun waktu abad 19 sampai abad 20 spesies harimau ini berkurang dari 10.000 menjadi ratusan ekor. Sebagian besar diakibatkan oleh ulah manusia.            

Melalui dari hal tersebut, kita harus lebih sadar bahwa seharusnya kita saling menjaga satu sama lain untuk keberlangsungan ekosistem di planet ini. Dikarenakan apabila kehilangan satu rantai makanan pada ekosistem dapat mengakibatkan ketidak seimbangan alam yang berdampak pada hewan lain dan bahkan dapat mengakibatkan kepunahan lainnya. Sudah sepatutnya kita belajar dari kesalahan.  

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.