Gaya Hidup

Digital Detox, Tren Gaya Hidup Sehat di Era Digital

M Muhammad Riyan Wildani Terverifikasi Penulis
29 Mei 2025, 22:13 2 menit baca 601x dilihat
Digital Detox, Tren Gaya Hidup Sehat di Era Digital
Winnicode Officials

Fenomena digital detox atau detoksifikasi digital kini menjadi tren gaya hidup baru di kalangan masyarakat urban Indonesia. Meningkatnya kesadaran akan dampak negatif penggunaan gawai berlebihan mendorong banyak orang untuk sementara waktu menjauh dari dunia digital. Hal ini dilakukan guna menjaga kesehatan mental, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat kualitas hubungan sosial secara langsung.

Digital detox merujuk pada praktik membatasi atau menghentikan sementara penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, dan media sosial. Menurut laporan dari IDN Times pada Januari 2025, tren ini semakin populer seiring meningkatnya kelelahan digital (digital fatigue) akibat aktivitas daring yang nyaris tak berhenti, mulai dari pekerjaan, hiburan, hingga interaksi sosial yang berlangsung terus-menerus setiap harinya.

Sejumlah tempat di Indonesia pun mulai menawarkan paket wisata bertema digital detox, seperti di Ubud, Bali, dan Lembang, Jawa Barat. Destinasi tersebut menawarkan pengalaman tanpa internet dan sinyal seluler, memungkinkan pengunjung fokus pada kegiatan alam dan meditasi. Tidak hanya wisata, beberapa perusahaan juga mulai menerapkan kebijakan gadget-free meeting sebagai bagian dari strategi peningkatan fokus dan produktivitas karyawan di lingkungan kerja.

Anisa Yuliandri, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Career and Student Development Center Unit (CSDU), Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, menyampaikan bahwa digital detox dapat menjadi solusi untuk mengurangi dampak negatif akibat penggunaan perangkat digital secara berlebihan. "Digital detox dilakukan dengan menahan diri dari penggunaan perangkat elektronik sebagai upaya untuk mengurangi stres atau fokus pada interaksi sosial di dunia nyata," ujarnya.

Meski demikian, belum semua orang siap menjalani digital detox secara total. Beberapa memilih metode parsial, seperti menetapkan hari tanpa media sosial atau mematikan notifikasi di luar jam kerja. Langkah-langkah ini bagi beberapa orang dinilai sebagai bentuk adaptasi realistis terhadap kebutuhan hidup modern yang tetap memerlukan konektivitas digital dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap keseimbangan digital, digital detox diperkirakan akan terus menjadi bagian penting dari pola hidup sehat masyarakat Indonesia di masa depan.

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.