Berita

Meriah! Festival Literasi Ajar Pustaka 2025 di Purbalingga Hadirkan Bazar Buku Murah, Lomba, dan Dolanan Tradisional untuk Semua Kalangan

N Nofita Nur Safitri Terverifikasi Penulis
20 September 2025, 18:07 3 menit baca 705x dilihat
Meriah! Festival Literasi Ajar Pustaka 2025 di Purbalingga Hadirkan Bazar Buku Murah, Lomba, dan Dolanan Tradisional untuk Semua Kalangan
Winnicode Officials

PURBALINGGA – Suasana semarak mewarnai halaman dan ruang Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Purbalingga pada Senin (15/9/2025). Ratusan siswa Sekolah Dasar bersama guru memadati lokasi untuk mengikuti pembukaan Festival Literasi Ajar Pustaka 2025. Agenda tahunan ini dirancang untuk menumbuhkan budaya membaca sekaligus mengubah stigma bahwa perpustakaan hanya milik pelajar atau akademisi.

Festival yang berlangsung selama sepuluh hari, mulai 15 hingga 24 September 2025, menyajikan berbagai kegiatan menarik. Mulai dari lomba menggambar dan mewarnai, expo literasi, pelatihan jurnalistik, hingga sosialisasi literasi digital. Tidak ketinggalan, ada pula Donal Pustaka atau dolanan tradisional seperti congklak, sunda manda, bakiak, dan egrang yang melibatkan puluhan anak. Semua rangkaian acara terbuka untuk masyarakat umum tanpa biaya masuk.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Purbalingga, Sadono, menegaskan bahwa literasi merupakan kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Literasi yang baik akan membuka wawasan mendalam sehingga kemampuan seseorang dalam identifikasi, analisis, dan pemecahan masalah semakin tajam. Festival ini sekaligus memperingati Hari Literasi Internasional 8 September dan Hari Kunjung Perpustakaan 14 September,” jelasnya.

Pembukaan festival diawali dengan penampilan Riyadi Agus, pemenang Lomba Bertutur tingkat kabupaten, yang berhasil memukau hadirin. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan bazar buku murah yang bekerja sama dengan paguyuban penerbit dari Yogyakarta. Bazar ini berlangsung penuh selama festival dengan harga buku mulai Rp. 5.000,00.

Setiap hari, panitia menyiapkan acara tematik. Misalnya, Bimtek pengelolaan perpustakaan untuk 70 pengelola desa dan sekolah, edukasi peran Bank Indonesia bagi 30 pelajar, lomba baca puisi untuk tingkat SMP hingga umum, hingga pelatihan story telling untuk guru SD. Ribuan peserta dari siswa, guru, komunitas literasi, hingga masyarakat umum terlibat aktif dalam kegiatan ini.

Bunda Literasi Kabupaten Purbalingga, Denita Adveptiana Dimas Prasetyahani, dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan literasi di era digital. “Literasi bukan sekadar membaca huruf, tetapi kemampuan memahami, memilah informasi yang bermanfaat, serta menggunakannya untuk kebaikan. Dengan literasi, anak-anak kita bisa lebih kritis dan percaya diri. Perpustakaan kini hadir demi martabat bangsa, menjadi pusat gerakan perubahan menuju kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Antusiasme tinggi juga tampak dari para siswa. Tri Kamulyan, guru SDN 2 Kembangan, mengaku senang melihat anak didiknya begitu bersemangat.

“Anak-anak jadi tahu bahwa ada perpustakaan daerah dengan berbagai fasilitas. Mereka antusias ingin mengenal lebih dalam. Saya harap kecintaan mereka pada literasi semakin tumbuh,” katanya.

Selain lomba dan hiburan, Festival Literasi Ajar Pustaka 2025 juga menghadirkan inovasi Ajar Pustaka (Ayo Belajar di Perpustakaan). Gerakan ini membuka akses bagi semua kalangan: petani, pedagang, karyawan, seniman, hingga anak-anak dan perempuan. Perpustakaan diposisikan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang diskusi, menulis, bedah buku, hingga pelatihan kreatif.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga berkomitmen menjadikan festival ini agenda rutin tahunan. Lebih dari sekadar pesta literasi, kegiatan ini diharapkan meninggalkan kesan mendalam bahwa membaca bukanlah kewajiban, melainkan jalan untuk membuka masa depan.

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.