Berita

Laris di Pasar Global, Purbalingga Ekspor 25 Ton Gula Kelapa Organik ke Amerika Serikat

N Nofita Nur Safitri Terverifikasi Penulis
11 September 2025, 18:04 2 menit baca 667x dilihat
Laris di Pasar Global, Purbalingga Ekspor 25 Ton Gula Kelapa Organik ke Amerika Serikat
Winnicode Officials

Purbalingga – Kabupaten Purbalingga kembali mencatat prestasi di kancah internasional. Sebanyak 25 ton gula kelapa organik produksi CV. Bunga Palm resmi diekspor ke Amerika Serikat, Rabu (10/9/2025). Pelepasan ekspor dilakukan langsung oleh Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, di Pendopo Dipokusumo.

Dalam acara tersebut hadir Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani serta jajaran kepala OPD. Bupati Fahmi menegaskan, keberhasilan ekspor ini membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global.“Alhamdulillah, hari ini kita melepas ekspor gula kelapa kristal organik ke Amerika Serikat. Ini capaian luar biasa karena mampu mendorong perekonomian Purbalingga. Saat ini produk natural dan sehat sedang tren di negara maju, sehingga gula kelapa menjadi alternatif pengganti gula pasir,” ujar Bupati Fahmi.

Menurutnya, gula kelapa asal Purbalingga memiliki kualitas lebih baik dibanding daerah lain. Pemkab pun mendorong agar industri ini terus berkembang sehingga pelaku usaha bisa melakukan ekspor langsung tanpa perantara. “Dengan begitu pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan langsung masyarakat,” tambahnya.

Bupati Fahmi juga menekankan pentingnya penyesuaian produk lokal dengan kebutuhan pasar global. “Harus ada link and match dengan demand internasional. Sumber daya kita bagus, tinggal bagaimana menyesuaikan dengan permintaan pasar yang terus tumbuh,” jelasnya.

Direktur CV. Bunga Palm, Dikta Zanuar Arifin, mengungkapkan tingginya minat pasar luar negeri terhadap gula kelapa organik dari Purbalingga, terutama Amerika Serikat. “Bulan ini kami kirim 25 ton ke Amerika dengan nilai sekitar 60 ribu dolar AS. Setelah itu menyusul pengiriman 12 ton ke Belanda,” katanya.

Dikta menjelaskan, sejak 2019 pihaknya rutin mengekspor gula kelapa ke berbagai negara. Hingga kini, produk mereka telah menembus 13 negara, antara lain Amerika, Belanda, India, Brasil, Malaysia, Singapura, Bulgaria, Nigeria, Ghana, dan Australia.Ia menambahkan, kualitas produk sangat ditentukan oleh komitmen petani. “Organik tidak boleh ada campuran sama sekali. Karena itu kami rutin memberikan edukasi kepada petani agar pengolahan dan pengemasan sesuai standar ekspor,” ujarnya.

Selain melepas ekspor, CV. Bunga Palm juga menyalurkan program CSR berupa bantuan bibit unggul kelapa genjah entog dan peralatan produksi gula kelapa untuk masyarakat sekitar.Dengan capaian ini, Purbalingga semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra gula kelapa organik terbesar di Indonesia. Pemerintah daerah optimistis tren ekspor akan terus meningkat seiring tingginya permintaan produk alami.

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.