Berita

Festival Kentongan Purbalingga 2025 Berlangsung Meriah, Bukti Komitmen Lestarikan Budaya Lokal

N Nofita Nur Safitri Terverifikasi Penulis
14 Oktober 2025, 14:09 3 menit baca 923x dilihat
Festival Kentongan Purbalingga 2025 Berlangsung Meriah, Bukti Komitmen Lestarikan Budaya Lokal
Winnicode Officials

PURBALINGGA - Suasana Alun-alun Purbalingga pada Minggu malam (12/10/2025) berubah semarak oleh dentuman irama khas kentongan. Ribuan warga memadati area alun-alun untuk menyaksikan Festival Kentongan Purbalingga 2025 yang diikuti oleh sepuluh grup kentongan dari berbagai wilayah di Kabupaten Purbalingga. Mereka tampil memukau dengan kekompakan dan kreativitas tinggi, menampilkan permainan musik tradisional yang berpadu dengan tarian, kostum khas, dan koreografi energik yang menggambarkan semangat gotong royong masyarakat.

Festival dibuka secara resmi oleh Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, dan diawali dengan penampilan grup Kurawa. Turut hadir Wakil Bupati Dimas Prasetyahani, Ketua DPRD H.R. Bambang Irawan, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Dalam sambutannya, Bupati Fahmi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival ini sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan kesenian dan budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Purbalingga.

“Alhamdulillah, setelah sempat tertunda akhirnya kegiatan ini bisa terlaksana. Ini adalah komitmen Pemkab Purbalingga untuk terus melestarikan budaya lokal, khususnya kesenian kentongan yang merupakan ciri khas wilayah eks Karesidenan Banyumas,” ujar Bupati Fahmi. Ia menambahkan, di tengah derasnya pengaruh musik modern, generasi muda perlu terus dikenalkan dengan kesenian tradisional agar tidak kehilangan akar budayanya. “Pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga agar seni tradisional seperti kentongan tetap hidup. Kalau bukan kita yang melestarikan, lalu siapa lagi?” tegasnya.

Menurut Fahmi, komitmen Pemkab terhadap pelestarian budaya tidak hanya sebatas pada kesenian kentongan, tetapi juga mencakup seni tari, karawitan, dan berbagai bentuk kesenian tradisional lain yang tumbuh di masyarakat. Ia berharap festival ini dapat menjadi agenda rutin yang terus berkembang, sekaligus menjadi ruang bagi seniman lokal untuk berkreasi dan berkontribusi terhadap penguatan identitas budaya daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi, menjelaskan bahwa Festival Kentongan 2025 diikuti oleh sepuluh grup kentongan, yaitu Kurawa, Satria Perwira, Kolokatung, Irama Sabuk Wulung (ISW), Karta Laras, Citra Nada, Natural Tone, Trisula Weda, Elja, dan Seniman Ghaib. Total hadiah yang diberikan mencapai Rp11.750.000 disertai piala penghargaan bagi para pemenang.

Setelah melalui penilaian dewan juri, Grup Seniman Ghaib (nomor urut 10) berhasil meraih Juara I dengan nilai 3.800 poin. Juara II diraih oleh Trisula Weda (nomor urut 8) dengan nilai 3.750 poin, dan Juara III oleh Citra Nada (nomor urut 5) dengan nilai 3.650 poin. Sementara itu, Harapan I diraih oleh Natural Tone (nomor urut 7) dengan nilai 3.550 poin, Harapan II oleh Kolokatung (nomor urut 3) dengan nilai 3.400 poin, dan Harapan III oleh Irama Sabuk Wulung (nomor urut 4) dengan nilai 3.300 poin.

Sebagai bentuk apresiasi, Perumda Owabong mengontrak para juara 1, 2, dan 3 untuk tampil secara bergantian di Objek Wisata Goa Lawa Purbalingga (Golaga) selama satu tahun ke depan. Langkah ini menjadi bukti dukungan pemerintah daerah terhadap pelaku seni agar terus berkarya, sekaligus memperkaya atraksi wisata budaya di Purbalingga.

Festival Kentongan 2025 menutup akhir pekan warga Purbalingga dengan penuh semangat. Dentuman kentongan malam itu bukan hanya irama hiburan, tetapi gema kebanggaan daerah yang menegaskan bahwa warisan budaya lokal tetap hidup di tengah modernisasi dan terus bertumbuh bersama generasi muda Purbalingga.

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.