Berita

Ambruknya Masjid Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Proses Evakuasi Santri Berlangsung Dramatis

N Nofita Nur Safitri Terverifikasi Penulis
30 September 2025, 12:20 3 menit baca 1,192x dilihat
Ambruknya Masjid Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Proses Evakuasi Santri Berlangsung Dramatis
Winnicode Officials

Sidoarjo – Ambruknya bangunan masjid di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025), menyita perhatian publik. Insiden terjadi sekitar pukul 14.40 WIB saat ratusan santri tengah melaksanakan salat Ashar berjamaah. Kejadian ini menimbulkan korban jiwa, puluhan santri luka-luka, dan proses evakuasi yang berlangsung dramatis.

Bangunan masjid yang menjadi pusat ibadah para santri tersebut terdiri dari tiga lantai. Namun, pada hari kejadian, pekerja baru saja menyelesaikan pengecoran lantai empat pada pagi hingga siang hari. Diduga kuat, struktur bangunan tidak mampu menahan beban berat cor beton yang baru selesai dikerjakan sehingga masjid runtuh secara mendadak.

Korban Jiwa dan Puluhan Santri Terluka

Dalam insiden ini, seorang santri bernama Alfian Ibrahim asal Bangkalan, Madura, dinyatakan meninggal dunia setelah tertimpa material bangunan. Sementara itu, puluhan santri lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi bervariasi, mulai dari luka ringan hingga luka berat.

Para korban segera dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terdekat, yakni RSUD Sidoarjo R. Notopuro, RSI Siti Hajar Sidoarjo, dan RS Delta Surya. Mayoritas korban mengalami patah tulang, cedera kepala, dan trauma akibat tertimpa reruntuhan. Pihak rumah sakit menyiapkan tim medis khusus untuk menangani korban secara cepat, sementara keluarga korban terus berdatangan mencari informasi terkait kondisi anak mereka.

Evakuasi Penuh Haru dan Ketegangan

Proses evakuasi berjalan penuh haru. Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, relawan, dan warga sekitar bekerja keras mengevakuasi korban dari puing-puing bangunan. Dua unit ekskavator diturunkan untuk mengangkat reruntuhan beton yang menutupi sejumlah santri.

Suasana semakin dramatis ketika terdengar suara teriakan minta tolong dari santri yang masih terjebak di bawah reruntuhan. Petugas pun harus berhati-hati dalam mengangkat material agar tidak membahayakan korban yang masih selamat. Kepala BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengungkapkan bahwa timnya sempat menemukan tanda-tanda keberadaan dua santri yang masih hidup di bawah puing.

“Fokus utama kami adalah penyelamatan nyawa. Evakuasi dilakukan dengan penuh kewaspadaan agar korban bisa selamat tanpa menambah luka,” jelas Gatot.

Dugaan Penyebab Ambruknya Bangunan

Dugaan sementara, ambruknya masjid Ponpes Al-Khoziny dipicu oleh lemahnya fondasi dan struktur bangunan yang tidak mampu menahan tambahan beban dari lantai yang baru dicor. Beton yang baru saja dituangkan membutuhkan waktu curing atau pengeringan agar kuat menopang beban. Tanpa jeda yang cukup, beban berlebih dapat memicu keruntuhan.

Pengamat konstruksi menilai bahwa insiden ini menjadi peringatan serius mengenai pentingnya standar keselamatan konstruksi. Bangunan pendidikan maupun keagamaan yang digunakan oleh ratusan orang harus melalui perencanaan matang, pengawasan ketat, serta pemakaian material sesuai standar.

Respons Pemerintah dan Investigasi

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo langsung mengambil langkah cepat dengan menurunkan tim investigasi. Wakil Bupati Sidoarjo menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta berjanji akan mengungkap penyebab pasti insiden ini.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi, terutama di lembaga pendidikan yang menampung banyak santri,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mendirikan posko darurat di sekitar pesantren untuk menampung informasi bagi keluarga korban. Posko tersebut sekaligus berfungsi sebagai pusat koordinasi bantuan medis, logistik, dan kebutuhan darurat lainnya.

Duka dan Pelajaran Penting

Bagi keluarga besar Ponpes Al-Khoziny, insiden ini menjadi duka mendalam. Masjid yang seharusnya menjadi pusat kegiatan ibadah kini rata dengan tanah. Para santri yang selamat masih mengalami trauma mendalam akibat pengalaman mencekam tersebut.

Meski begitu, peristiwa ini juga memberi pelajaran penting bagi masyarakat luas. Standar pembangunan tidak boleh diabaikan, terutama untuk gedung-gedung yang dipakai banyak orang. Pemerintah diharapkan lebih ketat dalam mengawasi proyek pembangunan agar tidak menimbulkan korban di kemudian hari.

Hingga Senin malam, tim SAR masih melanjutkan proses pencarian dengan harapan menemukan korban lain yang selamat. Publik menaruh perhatian besar pada peristiwa ini, sembari berharap para santri yang terluka segera pulih dan keluarga korban diberi kekuatan menghadapi musibah.

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.