Bencana Alam

"Sisa Material Erupsi Semeru Masih Panas Mengepul, Asesmen Kerusakan Terhambat"

M MOCH. DISTA NUR ALIF Terverifikasi Penulis
1 Desember 2025, 08:49 2 menit baca 480x dilihat
"Sisa Material Erupsi Semeru Masih Panas Mengepul, Asesmen Kerusakan Terhambat"
Winnicode Officials

Lumajang – Material vulkanik sisa erupsi awan panas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur masih mengepulkan asap putih, Kamis (20/11/2025).

Sebelumnya, erupsi awan panas dimuntahkan Gunung Semeru hingga mencapai jarak 14 kilometer pada, Rabu (19/11/2025) sore. Akibatnya, sejumlah desa di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang ikut terdampak awan panas yang dimuntahkan olehh Gunung Semeru.

Jembatan Gladak Perak di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro menjadi salah satu titik yang sempat disapu erupsi. Tumpukan material sisa erupsi terpantau masih memiliki suhu panas yang sangat tinggi dan mengeluarkan kepulan asap.

Rifki, salah satu warga yang dijumpai di kawasan jembatan mengatakan, bahwa material vulkanik sisa erupsi masih terpantau memiliki suhu panas yang sangat tinggi.

Menurutnya, tumpukan material memenuhi daerah aliran sungai (DAS) Besuk Kobokan yang tepat berada di bawah jembatan. Selain itu, material sisa abu vulkanis juga terpantau memenuhi sepanjang jembatan Gladak Perak dan membuat jalan di sekitar menjadi sangat licin.

“Ini saya sempat terkena sisa material vulkanik yang di bagian pinggir, itu aja rasanya hangat. Tapi kalau di bagian tengah, sepertinya suhunya sangat lebih tinggi, karena sampai mengepulkan asap,” terang Rifki saat dijumpai, Kamis (20/11/2025).

Sekertaris Daerah (Sekda) Lumajang Agus Triyono menjelaskan, bahwa saat ini proses asesmen dan pendataan dampak awan panas masih terus dilakukan.

Masih panasnya sisa material vulkanik menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang selama pendataan.

“Erupsi ini sementara diketahui berdampak di dua wilayah kecamatan, banyak fasilitas umum dan rumah warga yang banyak terdampak. Jadi sekarang masih dilakukan asesmen. Akan di cek ulang ke lokasi dan bisa kita data kerusakan-kerusakan akibat erupsi Gunung Semeru,” ungkap Agus.

Oleh karena itu, pendataan dampak erupsi harus dilakukan secara hati-hati dengan memprioritaskan keselamatan petugas dan warga, selain itu harus memperkuat koordinasi antarinstansi untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital seperti Jembatan Gladak Perak demi meminimalkan gangguan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru. 

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.