Bencana Alam

Kayu Gelondongan Penuhi Arus Banjir Sumatera, Penyelidikan Pembalakan Liar Dimulai

N Nofita Nur Safitri Terverifikasi Penulis
3 Desember 2025, 20:51 2 menit baca 605x dilihat
Kayu Gelondongan Penuhi Arus Banjir Sumatera, Penyelidikan Pembalakan Liar Dimulai
Winnicode Officials

Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir tidak hanya merendam ribuan rumah, tetapi juga membawa puluhan hingga ratusan kayu gelondongan ke aliran sungai dan permukiman. Temuan ini memicu dugaan kuat adanya pembalakan liar di kawasan hulu, yang kini tengah diselidiki aparat.

Material kayu berukuran besar terlihat tersangkut di jembatan, menumpuk di badan sungai, hingga terbawa ke halaman rumah warga. Fenomena ini menjadi sorotan publik setelah foto dan video dari warga beredar luas di media sosial.

“Kondisi ini tidak terjadi pada banjir-banjir sebelumnya. Jumlah kayunya terlalu banyak untuk disebut kebetulan,” ujar salah satu warga yang merekam situasi banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyampaikan bahwa curah hujan ekstrem menjadi pemicu utama banjir. Namun keberadaan kayu gelondongan diyakini memperparah dampak di lapangan, terutama karena menyumbat aliran sungai dan mempercepat kenaikan tinggi air.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut material kayu bisa berasal dari berbagai sumber — mulai dari pohon lapuk yang hanyut, kayu bekas tebangan legal, hingga kemungkinan aktivitas penebangan liar. Pemeriksaan lapangan kini dilakukan untuk memastikan asal material.

Dari sisi penegakan hukum, Bareskrim Polri telah melakukan penelusuran awal untuk melacak titik asal kayu. Sejumlah anggota DPR juga meminta pemerintah bergerak cepat. Temuan kayu gelondongan dalam skala besar merupakan tanda kerusakan lingkungan serius akibat lemahnya pengawasan hutan.

Hingga saat ini, ratusan warga masih mengungsi, sejumlah jalan belum dapat dilalui karena tumpukan kayu, dan petugas gabungan terus mengevakuasi material dari sungai. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat hujan diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Pemeriksaan terhadap kondisi hutan di kawasan hulu menjadi fokus utama penyelidikan, dan hasilnya akan menentukan ada tidaknya pelanggaran pembalakan liar yang memperburuk bencana banjir kali ini.

Komentar 0

Komentar (0)

Sampaikan pendapat Anda dengan santun.

G
Anda belum masuk, komentar akan tampil sebagai Guest. Masuk
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.